Cinta, walau ku tak mampu meneteskan air
mata untuk menyatakan bahwa aku mencintaimu
Walau aku tak mampu mengalirkan darah untuk
mengungkapkan isi hatiku
Namun deburan rasa ini membuncah kuat
kepadamu
dan dengan bait-bait yang kurangkai dengan
ketulusan jiwa
aku ingin mengatakan betapa tidak mampunya
aku hidup tanpamu
Betapa rapuhnya aku bila tiada kau di
sisiku
Kau adalah penglihatan mataku
Pendengaran telingaku
Kau selalu menari di setiap degup jantungku
Kau amat berharga di hidupku
Rewrite:
by Rozaq