Sabtu, 18 Mei 2013

DIFFUSER


Pendahuluan 
Diffuser di pabrik gula merupakan pengganti dari unit gilingan, yaitu sebagai alat ekstraksi. Di Indonesia masih beberapa PG yang memakai diffuser sebagai alat ekstraksi.
Keberhasilan sistem ekstraksi diffuser ditentukan oleh peranan dari:
1. Unit pencacah pendahulu (cane preparation),
2. Proses ekstraksi utama, dan 
3. Pengerjaan lanjutan.
Proses ekstraksi dan tingkat keberhasilan ekstraksi juga sangat dipengaruhi oleh proporsi sel ampas terbuka. Untuk menilai keberhasilan pencacahan tebu digunakan angka Indeks Preparasi (PI), angka PI yang optimal dilaporkan adalah antara 90 sampai 92 %. Lebih kecil dari 90 % kurang baik ekstraksinya, sedangkan bila lebih tinggi dari 92 % dapat mengganggu daya perkolasi aliran nira sehingga memungkinkan terjadinya banjir (flooding) dalam diffuser.

Ekstraksi Dalam Diffuser
Perbedaan yang sangat nyata antara proses ekstraksi gilingan dengan diffuser adalah pada sistem/cara mengambil gula yang tersimpan dalam cacahan tebu. Baik gilingan maupun diffuser selalu diawali oleh tahap pencacahan tebu. Setelah cacahan tebu diperoleh, kemudian diproses dengan prinsip ekstraksi yang cukup berbeda yaitu:
Gilingan : hanya mengandalkan proses pemampatan bertekanan tinggi disertai pembasuhan air (imbibisi). 
Diffuser : didukung oleh beberapa proses ekstraksi secara kimia fisika antara lain denaturasi sel, osmosa, difusi, liksivikasi, pembasuhan air, pemanasan, pengaturan pH, kemudian diikuti proses pemampatan pada gilingan.
Dengan proses ekstraksi gabungan antara kimia fisika dan pemampatan di gilingan, maka hasil pemerahan gula dalam diffuser lebih memberi keuntungan dibanding gilingan.

Istilah dan Pengertiannya
Sebutan “diffuser” sebetulnya kurang sesuai bila dibanding dengan kenyataan proses difusi yang terjadi dalam sistem tersebut. Proses teknologi difusi yang terjadi dalam diffuser tidak lebih banyak dari proses liksivikasi. Yang dimaksud dengan liksivikasi adalah suatu proses pencucian untuk memerah sukrosa yang ada dalam cacahan tebu. Hasil proses liksivikasi tidak hanya sukrosa, tetapi terikut juga bahan-bahan non gula yang terkandung dalam cacahan tebu. Dengan demikian tahapan yang tercakup ialah melipputi proses osmosa, liksivikasi, dan difusi. Difusi adalah interaksi antara dua fluida (padat-cair) yang mempunyai konsentrasi berbeda dan bersinggungan melalui suatu membran, kemudian karena keduanya mempunyai beda konsentrasi  yang cukup nyata maka terjadilah saling tukar menukar bahan (mass transfer) yang dikandungnya. Proses difusi pada umumnya dilakukan dengan arus yang berlawanan. Perkolasi adalah pengembalian nira dari tray depan kepada tray di belakangnya. Perkolasi sangat diperlukan untuk memaksimalkan hasil pemerahan sukrosa yang terdapat dalam cacahan tebu.


1 komentar: