Kamis, 30 Mei 2013

Istilah dalam Pengolahan Limbah Cair

Ada beberapa istilah dalam proses pengolahan limbah cair:

1. Chemical Oxygen Demand (COD)
Ialah jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik dalam suatu larutan secara kimia/stoikiometri, baik yang dapat didekomposisi secara biologis maupun yang sukar didekomposisi secara biologis. Oksigen yang diperlukan setara dengan jumlah dikromat (senyawa kimia/reagent) yang diperlukan untuk mengoksidasi air sampel. Hasil pengukuran dinyatakan dalam mg/l; gr/m3 disebut juga part per million(ppm)

2. Biochemical Oxygen Demand (BOD)
Adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri/mikroorganisme untuk melakukan proses dekomposisi terhadap bahan organik dari suatu larutan, dibawah kondisi suhu tertentu (umumnya 20 C) dan waktu tertentu (umumnya 5 hari). Hasil pengukuran dinyatakan dalam BOD5 mg/l , ppm.

3. Dissolved Oxygen (DO)
Ialah banyaknya oksigen yang dikandung di dalam air. Dan diukur dalam satuan mg/l. Do dapat digunakan sebagai tanda derajat pengolahan limbah. Semakin besar DO maka derajat pengotoran limbah menunjukkan relatif kecil.

4. Hydraulic Load (HL)
Jumlah volume limbah yang perlu diolah dalam sehari. Biasanya dinyatakan dalam m3/hari.

5. Organic Load (OL)
Jumlah beban organik yang ada di dalam limbah yang akan diolah, ini ditunjukkan oleh kandungan COD atau BOD. Satuan yang lazim dipakai kg/hari atau ton/hari.
Organik load = HL x COD

6. Total Suspended Solid (TSS)
Adalah residu dari padatan yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2µm atau lebih besar dari pada ukuran partikel koloid. Pembentuk TSS dapat berupa : lumpur, tanah liat, logam oksida, ganggang, bakteri dan jamur. TSS umumnya dapat dihilangkan dengan flokulasi dan penyaringan. TSS memberikan kontribusi kekeruhan pada larutan. Prinsip analisa TSS adalah sebagai berikut: 
Bahan uji yang homogen disaring dengan kertas saring yang telah ditimbang, residu yang tertahan pada kertas saring dikeringkan samapai berat konstan pada suhu 103 – 105 C, kenaikan berat kertas saring mewakili berat padatan tersuspensi total.
TSS (mgr/l) = ( A-B) x 1000/V
A= Berat kertas saring + Residu kering (mg)
B = Berat kertas saring (mg)
V = volume sampel

7. Turbidity
Ialah ukuran yang menggunakan efek cahaya sebagai dasar mengukur keadaan air. Keadaan ini disebabkan oleh adanya benda tercampur atau benda koloid dalam air.

8. Mixed Liquor Suspended Solid (MLSS)
Ialah jumlah TSS yang berasal dari bak pengendap lumpur aktif setelah dipanaskan pada suhu 103 – 105 C.

9. Mixed Liquor Volatile Suspended Solid (MLVSS)
Adalah kandungan organik yang terdapat dalam MLSS pada suhu 600 C. Benda volatile menguap disebut MLVSS.

10. Residual N/residual Nitrit
Berasal dari pemakaian pupuk yang berlebih. Ambang batas residual nitrit dalam air 10 ppm. Residual nitrit dapat menimbulkan eutrofikasi (Proses pertumbuhan tanaman air yang berlebih) Residual Nitrit 15 -20 mg/kg bobot badan dapat menimbulkan kematian.

11. Residual P/residual Phospat
Umumnya berasal dari pemakaian pupuk/pestisida yang berlebih, di alam dapat menimbulkan efek eutrofikasi. Ambang batas di alam 5 ppm.

12. Acidifikasi/Pengasaman
Acidifikasi dalam proses pengolahan limbah cair bertujuan untuk menghidrolisa senyawa-senyawa organik. Kondisi operasi acidifikasi berlangsung pada pH 3 – 4. Biasanya setelah proses acidifikasi dilanjutkan dengan proses netralisasi dengan penambahan bahan kimia seperti senyawa alkali. Bahan yang sering ditambahkan: NaoH, kapur tohor (CaO). Proses netralisasi dilakukan karena dalam suasana asam tidak sesuai dengan pertumbuhan mikroorganisme.

13. Koagulasi
Didefinisikan sebagai proses destabilisasi muatan pada partikel tersuspensi dan koloid, oleh suatu koagulan, sehingga terbentuk flok-flok halus. Pengadukan cepat/flash mixing merupakan bagian dari proses koagulasi. Koagulan yang umum dipakai: Aluminium Sulfat (Al2(SO4)), Poli Alumimium Chloride/PAC (Al13(OH)22(SO4)2 Cl15.

14. Flokulasi
Merupakan proses pembentukan flok yang pada dasarnya merupakan pengelompokan atau aglomerasi antara partikel dengan koagulan. Dengan kata lain flokulasi merupakan aglomerasi dari koagulasi.

15. Penyaringan (screening)
Penyaringan pada prosess pengolahan air buangan adalah bertujuan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan mudah mengendap atau bahan yang terapung disisihkan lebih dahulu. Parameter desain yang utama untuk proses ini adalah kecepatan mengendap partikel.

16. Filtrasi
Istilah filtrasi dalam pengolahan air buangan adalah menyisikan sebanyak mungkin partikel tersuspensi didalam air agar tidak mengganggu proses adsorbs atau menyumbat membran yang dipergunakan dalam proses osmosa. Jadi filtrasi di dalam pengolahan air limbah biasanya dilakukan untuk mendahului proses adsorbs atau proses reverse osmosis

Pengolahan Air Limbah
Air limbah sebelum dilepas ke pembuangan akhir harus menjalani pengolahan terlebih dahulu. Untuk dapat melaksanakan pengolahan linbah yang efektif diperlukan rencana pengolahan yang baik dengan pengenalan sumber-sumber pembentuk waste water tersebut.
Pengolahan air limbah dapat dilakukan secara alamiah maupun dengan bantuan peralatan . pengolahan air limbah secara alamiah biasanya dilakukan dengan bantuan kolam stabilisasi. Sedangkan pengolahan air limbah dengan bantuan peralatan misalnya, dilakukan pada instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL) atau Waste water Treatment Plant (WWTP).

2 komentar:

  1. maaf, pengertian ini dari sumber apa/siapa? karna di artikel ini tidak dicantumkan

    BalasHapus
  2. lupa mencamtumkan mbak/buk,, yang jelas ini diambil dari sumber (online) lantas kami kumpulkan dan kami publish..., terima kasih atas koment nya..

    BalasHapus